Evaluasi Pemberlakuan Waktu Masuk Sekolah 06.30 di Jakarta JALAN TETAP MACET, ANAK MAKIN STRES
Mengurangi dampak kemacetan, Pemprov DKI memajukan jam belajar sekolah. Jam masuk sekolah dimajukan mulai pukul 06:30 dari sebelumnya masuk pukul 07:00.
Sudah hampir 2 tahun aturan ini diberlakuan, tapi belum terlihat ada perubahan yang signifikan dari tingkat kemacetan di Jakarta. Jalan-jalan di pagi hari tetaplah padat oleh kendaraan roda dua dan roda empat.
Alih-alih mengatasi kemacetan di ibukota ini, perubahan jam sekolah menjadi lebih pagi terutama bagi siswa SD malah membawa dampak negatif bagi pertumbuhan fisik dan emosional anak dalam jangka panjang. Perubahan jam masuk jadi lebih pagi itu dapat membuat anak menjadi semakin terbebani (stress), karena mereka harus bangun lebih pagi, tegang karena terburu-buru, dan tertekan. Mereka takut tidak bisa masuk sekolah karena terlambat. Kondisi ini menurut sejumlah ahli konsultan tumbuh kembang akan membawa dampak yang tidak baik bagi perkembangan anak.
Selain itu, perubahan jam masuk sekolah jadi lebih pagi menyebabkan anak tidak sempat sarapan di rumah. Padahal, bagi usia anak-anak, sarapan sangat penting. Proses belajar 5-6 jam membutuhkan bahan bakar untuk tubuh, terutama otak. Bagaimana otak bisa dipergunakan secara optimal jika asupan gizinya saja tidak mencukupi. Sarapan juga diperlukan untuk pertumbuhan fisik anak, khususnya menjelang remaja usia 9-18 tahun yang pertumbuhannya sangat pesat.
Padahal jika kita teliti lagi, pelajar bukanlah penyumbang terbesar kemacetan lalu lintas di Jakarta. Kontibusi paling besar adalah dari kelompok pekerja yang harus menempuh perjalanan yang jauh ke tempat-tempat kerja mereka. Sedangkan pelajar, rata-rata jarak tempuh dari rumah ke sekolahnya tidaklah terlalu jauh (dekat).
Comments(0)
